Situbondo – Tim Bareskrim Mabes Polri menggerebek dua lokasi gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin malam (26/1/2026). Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB di wilayah Kecamatan Kendit dan Kecamatan Panarukan.
Informasi yang diterima menyebutkan, dalam operasi tersebut petugas menyita sejumlah barang bukti yang kemudian diamankan ke Mapolres Situbondo. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai jenis BBM, jumlah yang disita, maupun status legalitas barang tersebut.
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, membenarkan adanya penggerebekan yang dilakukan oleh tim dari Mabes Polri.
“Benar, itu kegiatan operasi dari tim Mabes Polri,” ujar Bayu saat dikonfirmasi, Senin (26/1/2026).
Bayu menegaskan bahwa Polres Situbondo tidak terlibat langsung dalam pengungkapan kasus tersebut dan hanya berperan membantu serta mendampingi tim Bareskrim Polri di lapangan.
“Anggota kami hanya mendampingi anggota Mabes Polri,” katanya.
Saat ditanya mengenai jumlah BBM yang diamankan, Bayu menyatakan hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan tim Mabes Polri.
“Itu ranah Mabes Polri. Nanti biar ada penjelasan langsung dari Mabes,” tegasnya.
Selain pendampingan di lapangan, Polres Situbondo juga disebut hanya menyediakan fasilitas tempat bagi tim Mabes Polri untuk melakukan pemeriksaan.
“Kami hanya ketempatan saja. Berapa orang yang diperiksa dan apa saja hasilnya, kami tidak tahu,” ucap Bayu.
Minimnya informasi resmi memunculkan sejumlah pertanyaan publik. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti berapa ton BBM yang disita, apakah BBM tersebut ilegal atau bersubsidi, serta apakah sudah ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Bayu juga mengungkapkan bahwa tim Mabes Polri masih terus melakukan aktivitas lanjutan di lokasi yang telah digerebek.
“Mulai kemarin tim Mabes masih bolak-balik ke TKP,” pungkasnya.
Kasus dugaan penimbunan BBM ini menjadi sorotan mengingat praktik serupa kerap merugikan negara dan masyarakat, terutama di tengah isu distribusi energi dan pengawasan BBM bersubsidi. Publik kini menunggu transparansi dan penjelasan resmi dari Mabes Polri terkait hasil operasi tersebut.









