Lapor Pak Kapolri…! Perjudian Sabung Ayam dan Dadu di Sedati Sidoarjo Buka Kembali, Diduga Libatkan Oknum Aparat dan Media

Sidoarjo – Praktik perjudian skala besar di Dusun Wagir, Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kembali menggeliat. Meski berkedok “Kontes Ayam Bangkok”, aktivitas di lapangan disinyalir kuat merupakan ajang judi sabung ayam, dadu, dan cap jiky yang melibatkan perputaran uang fantastis serta jaringan antarprovinsi.

Berdasarkan investigasi lapangan, lokasi tersebut terpantau sangat ramai pada Kamis (2/4/2026). Namun, itu hanyalah permulaan. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pada Minggu, 5 April 2026, akan digelar “Event Nasional” yang dihadiri oleh para pemain besar (Big Bos) dari seluruh Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, hadiah yang diperebutkan dalam Big Game tersebut adalah:

  • 1 Unit Motor Honda Beat Baru (Taruhan/Undian di atas 20 T).
  • 1 Unit Sepeda Listrik untuk kategori tercepat (minimal gandeng 10).

Pengelolaan gelanggang ini diduga dikomandoi oleh sosok berinisial Ags dan Yoyok. Menariknya, saat tim investigasi mencoba melakukan konfirmasi kepada Agus, ia justru mengarahkan agar urusan tersebut diselesaikan melalui seseorang bernama Tifun.

“Maaf mas, langsung ke Mas Tifun saja,” ujar Agus singkat.

Saat dihubungi, Tifun mengeklaim dirinya sebagai seorang wartawan sekaligus Paralegal di Peradi SAI. Bukannya membantah adanya aktivitas ilegal, Tifun justru secara terang-terangan mengaku bertugas sebagai “koordinator” untuk membungkam suara media.

“Jatah rekan-rekan media nanti tanggal 5 karena baru buka hari Selasa, saya ditugasi untuk mengkondisikan anak media,” ucap Tifun tanpa ragu.

Lebih mengejutkan lagi, Tifun membeberkan adanya pembagian peran dalam mengamankan bisnis haram ini. Ia menyebut bahwa urusan koordinasi dengan pihak aparat dilakukan oleh pihak lain, karena menurutnya tidak etis jika anggota langsung berurusan dengan media.

“Kalau anggota mengkondisikan anak media tidak pantas,” tambahnya, yang seolah mengonfirmasi adanya keterlibatan oknum aparat di balik layar.

Pengakuan gamblang mengenai adanya “dana atensi” dan pengkondisian aparat ini memicu keresahan warga sekitar. Masyarakat merasa khawatir keberadaan arena judi ini akan merusak moral generasi muda di Desa Pepe.

Warga kini menaruh harapan besar kepada Kapolda Jawa Timur dan Kapolresta Sidoarjo untuk segera turun tangan. Mereka meminta agar lokasi tersebut digerebek dan para aktor utama termasuk oknum yang mengaku-ngaku sebagai koordinator media segera ditangkap, untuk memutus mata rantai perjudian di Sidoarjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *