Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) yang baru dilantik, Dudung Abdurachman, menegaskan kesiapannya untuk mengawal percepatan program strategis nasional (PSN) yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dudung berkomitmen memastikan seluruh program unggulan pemerintah dapat terselesaikan dengan cepat dan tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Dudung usai prosesi pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).
“Tentunya tugas-tugas ke depan bagaimana menyukseskan program strategis nasional dan memastikan program unggulan Bapak Presiden sehingga bisa secara tuntas dan cepat,” ujar Dudung di hadapan awak media.
Dalam keterangannya, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini menekankan bahwa Kantor Staf Presiden akan difungsikan sebagai jembatan utama antara masyarakat dan pemerintah. Ia menjanjikan transparansi total dengan membuka kanal pengaduan masyarakat yang beroperasi penuh.
“Apa yang menjadi keluhan-keluhan ini, saya akan buka 24 jam laporan-laporan dari masyarakat,” kata Dudung.
Dudung juga menyoroti pentingnya fungsi evaluasi terhadap kinerja kementerian dan lembaga. Ia memperingatkan bahwa hambatan birokrasi tidak boleh menjadi penghalang jalannya visi-misi Presiden. Jika diperlukan, ia menyatakan tidak ragu untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan.
“Termasuk mengevaluasi dan memonitor program-program kementerian dan lembaga. Kita bekerja sama dengan pemerintah daerah, jangan sampai ada hal prioritas Presiden terhambat masalah birokrasi. Nanti kita pangkas birokrasinya,” tegasnya.
Ia pun meminta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk turut mengawasi jalannya roda pemerintahan. Dudung memastikan akan mengambil langkah tegas apabila ditemukan program yang tidak berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Apabila ada hal-hal atau program yang tidak berjalan dengan semestinya, nanti kita akan sidak dan kita tuntaskan,” pungkasnya.
Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala KSP diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektoral di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam sisa masa pembangunan strategis tahun 2026 ini.












