IMG-20180720-WA0027

Muncar – Banyuwangi:
Kembali gelombang laut menelan korban nelayan di pesisir Puger Jember yang sempat di rekam ponsel pintar oleh warga sekitar, hal mendapat perhatian serius oleh pihak syahbandar wilayah kerja Muncar di bawah naungan UPP Ketapang kelas lll, yang kian memantau faktor cuaca yang kurang menentu.
Jumat (20/07/18)

Tanggapan serius akan terjadinya Laka laut di Jember itu membuat Syahbandar langsung respon mengecek cuaca di BMKG dan kontrol lapangan , mengingat cuaca yang kurang bersahabat bagi nelayan , himbauan kepada nelayan agar istirahat sejenak demi keselamatan jiwa dan berhati-hatii ketika akan melaut. tentu harus diperhatikan mengecek kesiapan Secara maksimal.

IMG-20180720-WA0028

Umu Faridah sosok Pejabat yang tegas dan tidak mau main dengan aturan dan selalu peduli nelayan dan kondisi dari faktor ekonomi tangkap ikan kian menurun dan cuaca laut sangat tidak menentu,

Sebagai pemangku keselamatan laut dan kelengkapan dokumen kapal Syahbandar Muncar juga pro aktif memberikan edukasi juga terkait laut tak jarang solusi juga diberikan himbauan tegas

Saat dikonfirmasi lewat via telepon umu Faridah oleh rekan media sadapnews.com bahwa membenarkan jika cuaca ekstrim dan sangat bahaya jika nelayan melaut kita, didarat saja dingin minta ampun apalagi di laut, saya memperingatkan kepada nelayan untuk berhati hati dan jika bisa istirahat lah dulu demi keselamatan jiwa, namun saya tidak menafikan karena faktor ekonomi masyarakat selalu nekat dengan ucapan urusan perut mas.

himbauan ini sesuai dengan penyampaian Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo menyampaikan bahwa secara rutin Ditjen Perhubungan Laut mengeluarkan Maklumat Pelayaran atas dasar hasil pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan dan pengawasan terhadap pemenuhan aspek keselamatan pelayaran mengingat cuaca ekstrim yang masih terjadi di sebagian perairan Indonesia.

Dalam Maklumat Pelayaran Nomor TX-02/VII/DN-18 tanggal 20 Juli 2018 disebutkan, berdasarkan hasil pemantauan BMKG diperkirakan pada tanggal 18 s.d. 24 Juli 2018, cuaca ekstrim dengan tinggi gelombang 4 s.d. 6 meter dan hujan lebat diperkirakan akan terjadi di Perairan Barat Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu dan Enggano, Perairan Barat Lampung, Laut Andaman, Samudera Hindia Selatan Pulau Jawa Timur, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa, Perairan Selatan Bali, Perairan Lombok, Perairan Pulau Sumabwa, Samudera Hindia Barat Mentawai hingga Selatan Pulau Jawa hingga Selatan Pulau Sumbawa.

(Hdr SN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here