Banyuwangi-sadapnews.com: Tak ada kata yang bisa diucap kecuali rasa syukur kepada Alloh SWT karena tim eksekusi pengadilan menggagalkan niat mengeksekusi lahan Hak milik H Shohih, Rabu (13/12/2017)  Karena massa dari keluarga besar H Shohih ini telah menghadang Tim Esekusi Pengadilan Negeri,  hingga ahirnya mengurungkan niat untuk mengeksekusi itu.

Kepala Kelurahan Karangrejo Efendi mendadak terkejut karena tidak disangka-sangka masa penghalang eksekusi akan memadati halaman Kelurahan Karangrejo.  Kepala Kelurahan Karangrejo Efendi  memang sudah ada pemberitahuan bahwa Kelurahan Karangrejo akan di pinjam untuk agenda mediasi eksekusi lahan persengketaan itu yang telah dimenangkan oleh pihak penggugat.

Ternyata diluar dugaan dari apa yang dibayangkan oleh Kepala Kelurahan Karangrejo itu,  yang terjadi tidak musyawarah untuk mufakat  namun jusutru masa yang berorasi memadati halaman Kelurahan.

Hari Sumiarto SH selaku Kuasa Hukum dari pihak H Shohih saat diwawancarai mengatakan.
“Eksekusi hari ini ditunda karena dianggap situasi tidak kondusif, mengapa kondisi tidak kondusif karena saudara-saudara dari H Shohih mempertahankan haknya, perlu diketahui bahwa dalam putusan ini yang dihukum bukan H. Shohih melainkan menghukum  para tergugat, sedangkan H. Shohih turut tergugat sehingga apapun bentuk eksekusi ini ditolak dan dilawan, karena apapun putusan ini tidak menghukum H Shohih, mengenai pengadaan massa memang harus dilakukan.

Kalau tidak dilakukan jelas nanti akan mudah di eksekusi, kami sejak awal sudah kasih peringatan, kita kasih tau kepada pengadilan bahwa H Shohih tidak ikut terhukum dalam hal ini, akan tetapi pengadilan tetap mengeluarkan putusaan eksekusi sehingga hari ini kita hadang, agar pihak eksekusi tau bahwa H Shohih dipihak yang benar.

Untuk dasar dokumennya adalah sertifikat Hak Milik nomor 1672 dan nomor 1673 itu jelas-jelas hak milik atas nama H Shohih, makanya H Shokih melakukan upaya hukum  perlawanan supaya ada peninjauan kembali dan ini akan menyusun upaya hukum kembali melakukan gugatan baru untuk melegalkan atau membatalkan putusan yang sudah ada, upaya Hukum PK dan perlawanan sudah jalan sedangkan gugatan baru belum jalan yang akan digugat nanti adalah si Penggugat saudara Wito dan Nanik dalam hal ini.

Begitu uraian Hari Sumiarto juga didampingi tiga kuasa hukum lainnya Andi Fajar Yulianto SH, Janis Edi Wibowo SH dan Yanto SH.

Juru sita Pengadilan yang terdiri dari beberapa orang Edi Sugiarto, Sumardi, Hariyono dan Kasturi setelah melakukan mediasi di kelurahan Karangrejo akhirnya melanjutkan tugas berjalan menuju tempat eksekusi dan dikawal oleh anggota Dalmas Kepolisian Resort Banyuwangi.

Namun diradius 200 meter dari tempat yang akan di eksekusi para Juru sita itu sudah dihadang oleh ratusan orang  masa H. Shohih, sehingga dalam situasi yang tidak kondusif para juru sita Pengadilan meminta terlebih dahulu kepada massa untuk diberi jalan  menuju lokasi eksekusi, akan tetapi para massa itu semakin merapatkan barisannya dan menolak masuk atau menolak Exsekusi, sehingga juru sita itu balik kanan dan pulang membawa kegagalan.

Keluarga besar H Shohih melihat petugas tim eksekusi dari pengadilan negri Banyuwangi balik kanan dengan serentak melakukan sujud syukur bersama sama sebagai bentuk luapan rasa syukur dan terima kasih kepada Alloh SWT atas balik kanan nya tim eksekusi. Hingga saat ini dari pihak keluarga besar H Shohih masih tetap siaga bersiaga. (Joko-Budhy.pr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here