Gambiran – sadapnews.com: Moh. Deni (22) warga dusun Gurit Rt 03 Rw 01 desa Pengantigan Kecamatan Rogojampi harus berurusan dengan polisi sektor Gambiran, Rabu (13/12/2017) terkait tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga.

Tersangka dilaporkan polisi oleh istrinya sendiri, Nur Lailiyah (20) warga dusun Krajan Rt 01 Rw 03 desa Bunder kecamatan Kabat, pada Senin, (11/12/2017) terkait pemukulan yang dilakukan oleh tersangka pada Minggu, (10/12/2017) sekitar pukul 19.00.

Menurut laporan korban, kejadian pemukulan bermula ketika dia sedang melakukan perawatan rambut (keramas) di salon Ayu, Kampung Baru desa Jajag kecamatan Gambiran, Minggu (10/12/2017) sekitar pukul 19.00.

Pada saat korban sedang keramas inilah datang tersangka yang tiba-tiba masuk ruangan salon dan kemudian menampar wajahnya. Tersangka juga langsung menyeret istrinyai keluar ruangan, namun di depan salon tersangka kembali menampar istrinya dan kemudian memboncengnya untuk pulang.

Di sepanjang perjalanan korban juga masih memukuli istrinya, bahkan sempat berhenti dan memukul perut korban yang tengah hamil 4 bulan. Tidak terima atas perlakuan suaminya, korban ahirnya melaporkan masalah ini ke Polsek Gambiran.

Tersangka ahirnya ditangkap dirumahnya tanpa melakukan perlawanan dan mengakui semua perbuatanya. Kanitreskrim Polsek Gambiran, Ipda Yaman Adinata membenarkan adanya pelaporan korban Nur Lailiyah terhadap suaminya Moh Deni.

“Tersangka sudah kami amankan, dan di jerat dalam pasal 5 huruf a dan pasal 44 ayat 1 UU No. 23 tahun 2004 tentang Pengahapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, yang hukumanya paling lama 5 tahun penjara” terang mantan Kanitreskrim Polsek Bangorejo. (Yus/Sis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here